Politik

Gerindra dan Mendagri Kritik Bupati Purwakarta Soal Lirik Gender

Jakarta, Maret.id — Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengkritik tindakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri, terkait pernyataannya yang dianggap tidak sensitif terhadap isu keguguran yang dialami seorang siswi SMP.

Jamiluddin menilai seharusnya Bupati menunjukkan empati, mencari akar masalah, dan menawarkan solusi. “Bupati harusnya bisa menganyomi, melindungi dan solutif bagi warganya. Jadi, sangat tidak elok bila bupati justru memcemooh warganya,” ujar Jamiluddin.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan Bupati tersebut mencerminkan ketidakamanahan dan keteladanan yang buruk bagi masyarakat. Jamiluddin meminta Partai Gerindra, sebagai partai pengusung Bupati, untuk memberikan teguran tegas.

“Sikap pemimpin yang menunjukkan bias gender tidak layak dipertahankan tanpa evaluasi,” tambah Jamiluddin. Ia juga mendesak Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan Bupati mengenai tanggung jawab kepemimpinannya.

“Gerindra wajib menegur bupati tersebut. Mendagri juga perlu menegur bupati tersebut,” tegas Jamiluddin. Sikap kepala daerah seperti ini, menurutnya, dapat menimbulkan antipati masyarakat terhadap pemerintah, terutama di Kabupaten Purwakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button