PSI Jadi Ancaman bagi Partai Koalisi dalam Pemilu 2024

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Selamat Ginting menyatakan bahwa kompetisi politik di Indonesia akan semakin tajam seiring dengan perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi kekuatan politik yang signifikan.
“Kompetisi elite akan terjadi jika PSI berkembang menjadi kekuatan besar dan mulai bersaing dengan partai-partai koalisi yang lain, terutama koalisi yang mendukung Prabowo Subianto, dalam perebutan pengaruh menuju 2029,” kata Selamat melalui kanal Youtube Abraham Samad.
Ia menambahkan bahwa kompetisi ini diperkirakan semakin memanas tahun ini, lebih cepat dari prediksi yang menyebutkan 2027. Hal ini disebabkan oleh safari politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Politik safari Jokowi dinilai dapat menimbulkan kecemasan di kalangan elite partai politik yang merasa terancam oleh ekspansi jaringan pengaruh PSI. Selamat menjelaskan bahwa persaingan tersebut tidak hanya terjadi dalam perebutan kursi presiden, tetapi juga berkaitan dengan akses terhadap jaringan politik yang krusial untuk kontestasi mendatang.
“Safari politik ini juga membuat elite khawatir akan digarap oleh PSI. Yang diperebutkan bukan hanya soal kursi presiden semata, tetapi juga akses terhadap jaringan politik. Nah, ini kan sedang menyebar jaring,” imbuh Selamat.
Ia berpendapat bahwa PSI berpotensi dipersepsikan sebagai ancaman bersama bagi partai-partai lain jika terus memperkuat basis politiknya. “PSI bisa menjadi musuh bersama karena saat ini mereka sedang membangun jaringan politik dan juga sumber-sumber kekuasaan, termasuk menyentuh birokrasi,” jelasnya.
Pembangunan jaringan politik tersebut, menurut Selamat, dapat dilakukan dengan pendekatan kepada berbagai kelompok strategis, menawarkan prospek akses terhadap sumber daya kekuasaan di masa depan.
“‘Kalau dekat dengan saya, kalau anak saya jadi presiden, akan ada sumber daya yang bisa Anda dapatkan.’ Itu bagian dari upaya membangun jaringan politik,” tutupnya.





