Pesan Terakhir Almarhum Bambang Riyoko untuk Kader PDIP Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Berita duka menimpa keluarga besar PDI Perjuangan. Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Sidoarjo dan anggota DPRD Sidoarjo, Bambang Riyoko, telah berpulang pada Sabtu, 4 Juli 2026, dini hari.
Kepergian Bambang Riyoko mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga, rekan sejawat di legislatif dan eksekutif, serta kolega se-partainya. Beberapa jam sebelum meninggal dunia di RS Notopuro Sidoarjo, ia masih aktif mengikuti rapat di kantor DPC PDI Perjuangan Sidoarjo pada Jumat malam.
Rapat tersebut membahas penjaringan calon Ketua Ranting se-kabupaten, dihadiri oleh pengurus DPC, Fraksi, dan perwakilan PAC dari 18 kecamatan, serta pengampu dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Usai rapat, Bambang Riyoko memberikan interupsi, “Ijin saya mau ngomong, sedikit saja. Untuk pembentukan Pengurus Ranting, usahakan tempat tinggal masing-masing pengurus tidak dalam satu RW apalagi RT. Sudah, itu saja. Terimakasih,” kata Bambang Riyoko, tutur Choirul Hidayat, rekan separtainya.
Pernyataan singkat ini menunjukkan kejelian Bambang Riyoko sebagai seorang kader senior yang sangat memperhatikan detail. Cerita tentang kebaikan almarhum selama hidupnya pun menjadi pembicaraan di rumah duka. Para kader senior menceritakan bagaimana almarhum, sejak awal pergerakan partai di era 90-an, sering kali menjadi “donatur” untuk mendukung kegiatan partai saat banyak kader yang masih kekurangan dana.
Bambang Riyoko juga berperan penting dalam mengurus sertifikat hak milik kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, mengalihkan kepemilikan dari pribadi menjadi milik partai. Ia melakukannya dengan gerakan yang tidak mencolok, memastikan agar kantor partai tidak terjebak dalam sengketa kepemilikan di kemudian hari.
Ia dikenal murah hati dalam membantu kegiatan partai dan masyarakat, mulai dari masa muda hingga akhir hayat. Bahkan, beberapa hari sebelum kepergiannya, Bambang Riyoko secara diam-diam mengirimkan peralatan panggung untuk pelaksanaan senam setelah mendengar akan diadakannya acara senam bersama.
Rumah duka almarhum di Jl Gadung No 9 Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan, termasuk kader Banteng, legislatif, dan pejabat eksekutif. Jenazah almarhum diantar menggunakan ambulans Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menuju makam setempat.
“Jenazah almarhum diantar ambulans Baguna, karena lebih dari separuh usianya digunakan untuk mengabdi kepada PDI Perjuangan,” kata Iswahyudi, adik almarhum. Ambulans Baguna sebelumnya juga mengiringi ambulans Rumah Sakit Notopuro untuk membawa jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka.





