Edi Cahyo Usulkan Pendidikan Taruna Lima Karakter untuk SDM Jember

Jakarta, Maret.id — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mengusulkan konsep pendidikan SMK Taruna yang fokus pada pembentukan lima karakter utama. Karakter tersebut meliputi disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, penguasaan teknologi, dan jiwa sosial.
Pendidikan ini dirancang sebagai strategi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di era digital. “Persoalan kita bukan kekurangan lulusan sekolah. Yang masih kurang adalah lulusan yang disiplin, adaptif, siap bekerja, sekaligus memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja,” tegas Edi Cahyo Purnomo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember.
Edi menilai bahwa konsep pendidikan taruna tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek kedisiplinan fisik. Esensi utama pendidikan ini adalah membangun karakter kepemimpinan, etos kerja, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, banyak perusahaan menghadapi tantangan terkait disiplin kerja dan kemampuan bekerja dalam tim di kalangan lulusan baru. “SMK Taruna harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap membangun usaha sendiri,” ujar Edi.
Dia meyakini bahwa keberadaan SMK Taruna dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Jember. Sekolah ini diharapkan dapat menyuplai tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri dan meningkatkan daya tarik investasi melalui ketersediaan SDM yang kompeten.
Dalam konsep pendidikan yang diusulkan, Edi menyebutkan perlunya penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), robotika, dan analisis data. “Penguasaan teknologi harus menjadi bagian dari kurikulum agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” imbuhnya.
Selain akademik, siswa juga didorong untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Hal ini mencakup digitalisasi desa dan pendampingan bagi UMKM dalam memanfaatkan teknologi. “Identitas lokal harus menjadi kekuatan, misalnya SMK Taruna Marhaen Jember atau SMK Taruna Tangguh Jember,” saran Edi.
Edi menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan vokasi berbasis kepemimpinan dan teknologi merupakan agenda strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045.





