DPRD Jatim Tekankan Pemprov Sediakan Kredit Murah untuk UMKM

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk tetap menyediakan skema kredit berbunga murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini disampaikan meskipun Program Kredit Sejahtera (Prokesra) tidak lagi dialokasikan dalam APBD 2026.
Fuad menekankan bahwa akses permodalan dengan bunga rendah sangat penting bagi UMKM. “Penghentian Prokesra tidak boleh membuat pelaku usaha kehilangan dukungan pembiayaan dari pemerintah,” tegasnya.
Dia berharap ke depan agar pemerintah lebih teliti dalam perencanaan agar program-program unggulan tetap hadir di masyarakat. “Pelaku UMKM di Jawa Timur sangat terbantu dengan adanya akses modal berbunga murah,” sambung Fuad.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menilai tidak adanya alokasi Prokesra seharusnya menjadi bahan evaluasi. Program yang memberikan manfaat bagi masyarakat perlu memiliki keberlanjutan melalui skema lain yang memiliki tujuan serupa.
Prokesra selama ini berfungsi sebagai instrumen untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dengan subsidi bunga kredit. Program ini membantu pelaku usaha mendapatkan modal dengan biaya yang lebih terjangkau.
Maka dari itu, DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov untuk segera memastikan skema pembiayaan pengganti. “Harapannya proses pengajuannya tidak berbelit, tetapi tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Fuad.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan akses pembiayaan adalah faktor penting untuk menjaga daya saing UMKM di wilayah tersebut. Dengan dukungan permodalan yang mudah dijangkau, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas bisnis dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.





