Menjaga Api Ideologi, DPD PDI Perjuangan Jatim Gelar Rapat Strategis

Jakarta, Maret.id — Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Dalam memperingati momen tersebut, pesan keteladanan dan kepemimpinan menjadi sorotan utama.
Selama tujuh belas tahun berinteraksi, banyak pihak menyaksikan konsistensi Hasto dalam menghidupi ideologi dan memimpin organisasi. “Kepemimpinan harus hadir bukan sekadar memberi arahan, tetapi memberi teladan,” ujar seorang pengamat politik.
Hasto dikenal sebagai sosok yang selalu mendorong kader untuk terus belajar. Bacaan, dialektika, dan pemahaman tentang realitas sosial politik menjadi fondasi penting bagi setiap kader. “Politik adalah jalan pengabdian untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” imbuhnya dalam berbagai forum.
Meskipun terhimpit oleh berbagai tanggung jawab, Hasto berhasil menyelesaikan dua program doktor. Di Universitas Pertahanan, disertasi yang ia pertahankan berjudul “Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara.”
Selanjutnya, di Universitas Indonesia, ia merampungkan disertasi berjudul “Kepemimpinan Strategis Politik, Ideologi, dan Pelembagaan Partai serta Relevansinya terhadap Ketahanan Nasional.” “Seorang aktivis tidak boleh berhenti belajar,” tegasnya.
Ketekunan Hasto sebagai kader juga terlihat selama masa sulit. “Ruang dapat dipersempit, tetapi pikiran dan cita-cita perjuangan tidak pernah dapat dipenjarakan,” katanya mengingat pengalamannya di penjara.
Kata-kata dari Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi pegangan Hasto, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran. “Dari sanalah lahir kebenaran. Satyam Eva Jayate,” tegasnya, menunjukkan filosofi hidup yang dipegangnya.
Di hari istimewa ini, ucapan “Selamat ulang tahun ke-60, Mas Hasto Kristiyanto,” menggema di banyak kesempatan. Enam puluh tahun diharapkan menjadi simbol kematangan dan kebijaksanaan.
Dengan harapan Allah SWT selalu menganugerahkan kesehatan dan keteguhan hati, banyak yang mendoakan agar Hasto tetap menjadi penggerak organisasi dan teladan bagi kader-kader PDI Perjuangan. “Semoga api perjuangan itu terus menyala, menerangi jalan perjuangan partai,” kata seorang kader dengan penuh semangat.
Perayaan ini tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan komitmen terhadap cita-cita dan tradisi berpikir yang menjadi landasan perjuangan partai. Merdeka!





