Politik

Perwakilan RI Hadiri Pemakaman Khamenei Sebagai Penghormatan

Jakarta, Maret.id — Kehadiran perwakilan resmi Pemerintah Indonesia pada pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dipandang sebagai langkah diplomatik yang tepat. Hal ini mencerminkan penghormatan Indonesia terhadap hubungan persahabatan yang telah terjalin dengan Republik Islam Iran.

“Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik,” kata Deng Ical di Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Deng Ical menyatakan, Indonesia perlu menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada rakyat dan pemerintah Iran. Dia menekankan, hubungan Indonesia dan Iran selama ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan dan kerja sama yang konstruktif.

“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang baik dan telah berlangsung lama. Karena itu, hubungan persahabatan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui diplomasi yang santun, terbuka, dan saling menghormati,” imbuhnya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Deng Ical mengingatkan pentingnya konsistensi Indonesia dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. “Politik luar negeri bebas aktif merupakan fondasi diplomasi Indonesia. Kita tidak boleh terseret ke dalam blok atau kepentingan negara mana pun,” tegasnya.

Dia juga menekankan bahwa Indonesia harus bebas menentukan sikap dan kebijakan berdasarkan kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia. Deng Ical menambahkan, prinsip bebas aktif mewajibkan Indonesia berperan dalam mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.

“Indonesia harus terus menyerukan penghentian perang, menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai,” kata Deng Ical.

Setiap negara, menurutnya, memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya sesuai hukum internasional. Oleh karena itu, masyarakat internasional harus mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa secara damai.

“Kita berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi, menjadi jembatan dialog, dan menyuarakan pentingnya perdamaian, stabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” papar Deng Ical.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button