Yang Datang Hari Itu Bukan Sekadar KTP DPD PDI Perjuangan Jatim

Jakarta, Maret.id — Di sebuah rumah bambu di Desa Pakusari, Jember, seorang perempuan lanjut usia, Ny Suwana, hidup dalam kesunyian. Dalam kondisi lumpuh dan buta, ia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang merupakan akses penting untuk mendapatkan berbagai layanan publik.
Langit Jember terlihat kelabu pada 7 Juli 2026, saat Aditya Algozalie, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pakusari, mengetahui keadaan Ny Suwana. “Miris melihat kehidupan Bu Suwana. Selama ini makan dan minumnya dipenuhi oleh keponakan dan sepupunya,” kata Aditya.
Mengetahui situasi tersebut, Aditya segera menghubungi Pemerintah Kecamatan Pakusari. Respons dari Camat Pakusari, Rifandi, datang dengan cepat. Ia tidak hanya mengirimkan petugas administrasi, tetapi memilih untuk datang sendiri bersama Bidan Desa Subo, Wiwik, dan staf kecamatan lainnya.
Mereka membawa perangkat perekaman e-KTP dan beberapa paket sembako. Di rumah Ny Suwana, Bidan Wiwik memeriksa kondisi kesehatan perempuan tersebut. Rifandi memastikan proses perekaman identitas dapat dilakukan tanpa memindahkan Ny Suwana dari tempat tidurnya.
“Setelah melihat langsung kondisinya, saya meminta agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin setiap bulan,” tegas Rifandi. Ia juga berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sembako setiap tiga bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar Ny Suwana.
Bagi Aditya, keberadaan pemerintah dalam situasi ini bukan sekadar pelayanan administrasi. “Saya senang Pak Camat dan Bidan Wiwik bergerak cepat menangani persoalan ini,” sambung Aditya.
Walaupun tidak ada perubahan signifikan pada kondisi Ny Suwana, kehadiran bantuan ini memberikan secercah harapan. Di tengah segala keterbatasan, negara akhirnya hadir di tengah kehidupannya yang sunyi.





