OTT Dua Bupati Bukti Korupsi Belum Tuntas di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan bahwa serangkaian kasus korupsi yang terjadi saat ini merupakan sebuah musibah. Ia menyebut peristiwa tersebut harus dijadikan momen untuk memperbaiki faktor-faktor utama yang menyebabkan korupsi.
“Itu musibah. Selama ini kita tidak menyelesaikan akar masalah. Mulai dari keserakahan dan high cost politics, harus dibenahi dengan seksama,” kata Mardani melalui akun X miliknya, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa praktik korupsi dapat dicegah jika tata kelola pemerintahan dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Mardani menekankan bahwa seluruh proses bisnis di lingkungan pemerintah daerah harus dipetakan dan dibuka kepada publik.
“Korupsi sebenarnya dapat dicegah lewat transparansi. Bisnis prosesnya dipetakan dan dibuat transparan serta diumumkan,” ujarnya.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan bahwa praktik korupsi di daerah umumnya terjadi dalam bentuk fee proyek, fee promosi, mutasi jabatan, dan seringkali melibatkan anggota keluarga pejabat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dalam semua proses tersebut.
“Ada istilah vampire effect, drakula itu akan mati kalau terkena sinar mentari. Praktik suap-menyuap itu terjadi di ruang gelap,” tegasnya.
Mardani juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka seluruh proses penunjukan dan penetapan pemenang proyek, serta mekanisme pengangkatan jabatan dalam lingkungan pemda.
“Buka proses penunjukan dan pemenang proyek-proyek plus pengangkatan jabatan di pemda agar publik tahu. Kian transparan dan kian akuntabel, kian bersih dan jauh dari praktik korupsi,” pungkasnya.





