Politik

Doding Rahmadi Tegaskan Komitmen Lestarikan Keris Trenggalek

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian keris sebagai warisan budaya yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Trenggalek.

Komitmen ini ditunjukkan dengan kehadirannya pada acara Srengatan Agung Pusaka Parikesit yang diselenggarakan oleh Paguyuban Parikesit di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, bersamaan dengan momentum Suran Agung atau bulan Muharam.

Kegiatan ini merupakan langkah para pelestari keris untuk menjaga eksistensi pusaka Nusantara yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 25 November 2005. Doding menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban pelestari keris menunjukkan bahwa tradisi dan kebudayaan di Trenggalek terus berkembang di era modern.

“Di Trenggalek ini banyak pelestari keris. Ini menunjukkan kekayaan budaya Trenggalek tidak kalah dengan daerah lain. Wakil rakyat hadir dalam setiap kegiatan, salah satunya budaya,” ujar Doding.

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, keris bukan hanya sekadar benda pusaka, melainkan juga menjadi bukti peradaban Nusantara yang hidup dan berkembang di Trenggalek. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus didukung melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas budaya, dan pemerintah daerah.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Trenggalek telah mendorong pembentukan berbagai paguyuban seni di setiap kecamatan, termasuk paguyuban keris, tari, hingga jaranan, guna menjaga kelestarian budaya lokal. “Kesenian jaranan misalnya, hampir setiap kecamatan dan desa memiliki paguyuban. Ini menjadi sinyal bahwa budaya di Trenggalek tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” imbuhnya.

Doding memberikan contoh Kecamatan Dongko sebagai wilayah yang masih kuat menjaga tradisi leluhur. Kecamatan ini dikenal dengan paguyuban jaranan Turangga Yaksa, dan juga rutin menggelar tradisi baritan setiap malam 1 Sura sebagai bentuk doa bersama dan ungkapan syukur.

“Kami mengapresiasi masyarakat Dongko yang masih memegang kuat warisan budaya leluhur. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Doding.

Acara Srengatan Agung Pusaka Parikesit juga dihadiri oleh para seniman, budayawan, dan sesepuh Trenggalek, serta Ketua Bidang Organisasi Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Santoso Adi Wibowo, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian keris dan budaya Nusantara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button