Wabup Dirham Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lamongan

Jakarta, Maret.id — Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mendorong penguatan sinergi dalam pengendalian inflasi pangan melalui kemandirian ekonomi pesantren. Langkah strategis ini dianggap mampu menjadi pilar dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Mewakili Bupati Lamongan, Dirham membuka gelaran High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lamongan yang berfokus pada Program Kemandirian Ekonomi Pesantren. Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Dirham menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya mengenai ketersediaan dan pemenuhan konsumsi masyarakat. Instrumen ketahanan pangan juga berperan penting sebagai fondasi stabilitas makro ekonomi, pengendalian inflasi, serta peningkatan kesejahteraan petani.
“Sinergi yang solid antar seluruh stakeholder adalah kunci utama untuk mewujudkan ekosistem pangan yang sehat, adil, dan tangguh di Lamongan,” kata Dirham optimis.
Menurutnya, keterlibatan aktif berbagai institusi, termasuk Bank Indonesia, pesantren, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal, diharapkan dapat mengatasi masalah logistik.
“Kolaborasi ini didesain guna melahirkan sistem rantai pasok pangan yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi,” tegasnya.
Dirham berharap, efisiensi jalur distribusi ini dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam stabilisasi harga komoditas pokok seperti beras.
Kendati mendorong pemangkasan rantai pasok, Dirham menekankan pentingnya memformulasikan margin keuntungan yang layak bagi para petani. “Namun jangan sampai upaya pemangkasan perantara justru menggerus pendapatan utama pelaku sektor pertanian,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa petani harus tetap memperoleh keuntungan yang pantas, sementara masyarakat dapat menikmati harga yang stabil.
Optimisme terhadap program kemandirian berbasis pesantren diperkuat dengan fakta bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu lumbung pangan nasional terbesar. Pada tahun 2025, produksi padi di Lamongan diprediksi mencapai sekitar 1,3 juta ton, menjadikannya produsen terbesar di Provinsi Jawa Timur.
Sektor pertanian, yang menyumbang lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lamongan, menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.
Dengan jalinan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pondok Pesantren Sunan Drajat, Bank Indonesia, dan berbagai elemen terkait, gerakan kemandirian ekonomi berbasis pesantren diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan meningkatkan daya beli masyarakat demi pertumbuhan ekonomi Lamongan yang inklusif.





