Perusahaan Sawit Belum Optimal dalam Tingkatkan Kesejahteraan

Jakarta, Maret.id — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menyoroti dampak signifikan dari industri kelapa sawit terhadap infrastruktur daerah.
Usai mengikuti Workshop Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dan Sawit Expo 2026 di Jakarta, Mudyat mengungkapkan bahwa kendaraan bertonase besar yang mengangkut tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) setiap hari telah mempercepat kerusakan jalan.
“Dampak operasionalnya sangat besar, terutama kendaraan bertonase tinggi yang setiap hari mengangkut TBS maupun CPO melalui jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa,” ujar Mudyat.
Ia menekankan bahwa beban perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat aktivitas perusahaan sawit tidak seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja. “Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, khususnya perusahaan-perusahaan sawit yang menikmati manfaat dari keberadaan infrastruktur daerah,” tegasnya.
Sebagai Ketua AKPSI, Mudyat mendorong agar manfaat ekonomi dari industri sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Tidak sebatas lewat penyerapan tenaga kerja atau CSR, melainkan lewat keterlibatan nyata dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.





