Politik

B50 Hemat Devisa Rp177 T, Airlangga: Tidak Perlu Impor Solar

Jakarta, Maret.id — Kebijakan terbaru pemerintah Indonesia bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Kebijakan ini juga mendukung pencapaian target net zero emission.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa peluncuran biomassa B50 merupakan salah satu strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi global. “Dengan B-50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun dan berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2,” ujar Airlangga saat pernyataannya di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026.

Airlangga menjelaskan bahwa konflik geopolitik yang terus berlangsung, seperti yang terjadi di Ukraina dan Selat Hormuz, menuntut Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi. “Di tengah ketidakpastian, terutama terkait konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraina maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi disrupsi teknologi seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi,” katanya.

Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Langkah ini akan didukung oleh pengembangan industri hilir baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) melalui investasi di Kendal, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button