Politik

DPC Bojonegoro Laksanakan Penjaringan Calon Ketua Ranting PDIP

Jakarta, Maret.id — Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro telah memulai proses penjaringan calon ketua Ranting yang bertujuan untuk pembentukan Pengurus Ranting di berbagai kecamatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menjelaskan bahwa restrukturisasi organisasi ini merupakan langkah awal dalam konsolidasi dan regenerasi di tingkat desa dan dusun.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, partai tersebut secara khusus menyasar generasi muda dan perempuan untuk memperkuat struktur organisasinya. “Pembentukan kepengurusan baru ini memastikan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dan generasi muda atau Gen Z masuk dalam struktur. Kami ingin menghidupkan kembali mesin partai sampai ke tingkat dusun,” imbuh Bambang.

Bambang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, menegaskan pentingnya partisipasi aktif anak muda dan perempuan dalam dinamika politik lokal. Ia menambahkan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari gedung fisik, tetapi juga dari keaktifan pengurus di tingkat basis.

Ia juga mengingatkan para kader untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan, sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Kita ini partai wong cilik. Jadi, di mana pun berada, Ranting harus hadir saat rakyat susah. Itu perintah Ibu Ketua Umum,” kata Bambang.

Menurut data internal partai, hingga Jumat (10/7/2026), sebanyak 19 dari 28 kecamatan di Bojonegoro telah menyelesaikan tahapan penjaringan calon ketua. Kecamatan yang telah menyelesaikan proses ini antara lain Sukosewu, Padangan, Temayang, dan Kapas.

Beberapa kecamatan lainnya dijadwalkan untuk mengikuti dalam waktu dekat. Ketua PAC PDI Perjuangan Sugihwaras, Slamet, mengungkapkan bahwa proses penjaringan calon ketua di wilayahnya telah rampung dan pihaknya kini bersiap untuk melanjutkan ke tahap verifikasi organisasi selanjutnya.

“Momentum pembentukan Ranting dan Anak Ranting ini adalah momentum kebangkitan kader di Bojonegoro. Konsolidasi di setiap wilayah desa dan dusun terus dikebut,” tutup Slamet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button