Politik

IARMI Dukung Penguatan Menwa sebagai Pilar Bela Negara

Jakarta, Maret.id — Komitmen untuk meningkatkan pembinaan Resimen Mahasiswa (Menwa) dibahas dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Yudhistira, Kantor Kemenko Polkam, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua Umum DPN IARMI, Prof. Bahrullah Akbar, bersama jajaran pengurus. Prof. Bahrullah menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan momen penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan IARMI dalam pengembangan sistem pembinaan Menwa yang adaptif dan relevan dengan tantangan kebangsaan.

“Resimen Mahasiswa merupakan salah satu aset strategis bangsa dalam menyiapkan kader-kader muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, integritas, serta semangat bela negara. Oleh karena itu, pembinaan Menwa perlu mendapat perhatian yang lebih serius melalui dukungan regulasi dan sinergi lintas kementerian,” ujar Bahrullah.

Dia menambahkan bahwa keberadaan Menwa yang tetap eksis menunjukkan komitmen dalam rekrutmen dari perguruan tinggi besar hingga kampus di tingkat kabupaten. Menurutnya, Menwa telah melahirkan banyak tokoh di berbagai sektor, termasuk birokrasi, dunia usaha, dan institusi pertahanan.

“Keberlanjutan pembinaan Menwa merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Saat ini, lebih dari 40.000 alumni siap mendukung pelestarian ideologi Pancasila dan implementasi Bela Negara,” tegas Prof. Bahrullah.

Dalam audiensi tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan arahan kepada Deputi I Bidang Politik Dalam Negeri untuk meninjau regulasi pembinaan Menwa. Hal ini termasuk kajian terkait kemungkinan keterlibatan Menwa dalam sistem Komponen Cadangan (Komcad) yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DPN IARMI juga didorong untuk melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna memperkuat sistem pembinaan Menwa di perguruan tinggi. “Respon pemerintah dalam memperkuat pembinaan Menwa adalah konstruktif. Kehadiran negara akan memberikan kepastian arah bagi pengembangan organisasi dan memperkuat ekosistem bela negara di kampus,” kata Bahrullah.

Menko Polkam juga menyatakan kesediaannya untuk menghadiri Apel Besar Bela Negara IARMI dan Menwa se-Indonesia yang direncanakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor. “Kehadiran Pak Menko Djamari Chaniago di Apel Besar Bela Negara sangat kami harapkan. Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi forum konsolidasi untuk memperkuat semangat persatuan dan pengabdian generasi muda kepada bangsa,” jelasnya.

Di tengah dinamika geopolitik dan teknologi, Bahrullah menekankan pentingnya generasi muda yang memiliki karakter kuat dan semangat cinta tanah air. “Menwa memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter ini, sehingga pembinaannya harus diperkuat secara berkelanjutan.”

Ia berharap hasil audiensi ini dapat menjadi langkah konkret bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pembinaan Menwa untuk menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan esensi sebagai wadah kaderisasi bela negara.

Ketua Harian IARMI, Muhammad Arwani Deni, juga menyimpulkan adanya berbagai perspektif dari pertemuan ini. “Kami optimis bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan IARMI akan menghasilkan sistem pembinaan Menwa yang modern dan mampu mencetak pemimpin bangsa yang berintegritas,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button