Mundurnya Febrie Adriansyah dan Pesan Antikorupsi Prabowo

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai bahwa pengunduran diri pejabat tinggi, Febrie Adriansyah, mencerminkan langkah strategis yang lebih dalam dari sekadar pergantian posisi. Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi penegakan hukum.
“Pengunduran diri Febrie Adriansyah harus dibaca sebagai pesan politik dan pesan negara bahwa tidak ada lagi ruang bagi siapa pun untuk berlindung di balik jabatan ketika muncul proses hukum,” ujar Amir. Ia menambahkan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto berupaya membangun standar baru dalam pemberantasan korupsi serta memastikan seluruh aparat negara diperlakukan setara di hadapan hukum.
Dari sudut pandang intelijen, Amir mengungkapkan bahwa masalah korupsi tidak hanya menjadi persoalan keuangan negara, tetapi juga menyangkut aspek keamanan nasional. “Korupsi pada level elite dapat melemahkan daya tahan negara karena membuka ruang infiltrasi kepentingan ekonomi maupun politik terhadap lembaga-lembaga strategis,” tegasnya.
Amir juga menekankan bahwa dalam kajian intelijen, korupsi merupakan ancaman terhadap ketahanan nasional. “Korupsi dapat melahirkan jaringan kekuasaan informal yang memengaruhi pengambilan keputusan negara,” imbuhnya. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah saat ini berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas dan integritas negara.





