Politik

BUMN ANTAM: Saatnya Tunjukkan Kepedulian pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan!

Teluk Buli, Maret.id — Kali Kukuba, yang terletak di Teluk Buli, Desa Buli Asal dan Wayafli, Kecamatan Maba, saat ini tengah menghadapi masalah serius akibat pencemaran limbah. Limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas PT Feni Halmahera Timur (FHT), anak perusahaan PT Aneka Tambang (ANTAM).

Kali Kukuba memiliki peran penting sebagai penopang ekosistem biota laut di pesisir Teluk Buli. Namun kini, tanda-tanda pencemaran semakin jelas terlihat, terutama di bagian hulu sungai. Aktivitas operasional PT FHT dan subkontraktornya, PT Buka Bumi Konstruksi, terus berlanjut untuk mendukung proyek industri baterai kendaraan listrik yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Tanggung Jawab Perusahaan Negri

Adib Miftahul, pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), menekankan bahwa ANTAM, sebagai perusahaan milik negara, memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Ia berpendapat bahwa keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan seharusnya menjadi prioritas utama.

“Perusahaan seperti ANTAM tidak boleh merasa di atas segalanya. Tanggung jawab yang berat mereka emban sebagai BUMN seharusnya memicu kesadaran untuk lebih peduli kepada warga sekitar,” kata Adib saat diwawancarai pada Kamis, 14 Mei 2026. Dia juga mengingatkan bahwa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan dapat berujung pada masalah yang lebih besar.

Perlu Penanganan yang Kiblat

Adib, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), memperingatkan bahwa masalah limbah dan keselamatan warga tidak dapat dianggap remeh. Ia menilai bahwa pengelolaan yang buruk dapat menyebabkan dampak jangka panjang yang serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Jika pengelolaan limbah terus dilakukan secara sembarangan, ini bisa berujung pada kejahatan lingkungan yang terstruktur dan masif,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) seharusnya lebih dari sekadar jargon.

Dukungan dari Masyarakat

Sementara itu, masyarakat setempat mulai merasakan dampak dari pencemaran ini. Mereka mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah dan pihak berwenang untuk menindaklanjuti masalah ini. Keberadaan Kali Kukuba sebagai penopang kehidupan biota laut harus dijaga, agar tidak hilang begitu saja karena aktivitas industri yang merugikan.

Dalam konteks industri yang terus berkembang, penting untuk menemukan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat dan pengawasan yang ketat dari pemerintah, diharapkan dampak negatif seperti pencemaran dapat diminimalisir.

Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak jangka panjang dari limbah industri ini harus segera ditanggapi secara serius. Keterlibatan semua pihak, termasuk pihak perusahaan, sangat diperlukan untuk menciptakan solusi berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Teluk Buli.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button