Politik

Sanusi Dorong Penerapan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Malang

Jakarta, Maret.id — Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi hijau berbasis bambu. Hal ini dilakukan melalui perkuatan perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Sanusi mengungkapkan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dalam kegiatan Rembug Perhutanan Sosial di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Menurut Sanusi, Kabupaten Malang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama bambu. Bambu dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang menciptakan peluang usaha bagi masyarakat di sekitar hutan.

“Pengembangan ekonomi hijau ini tak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi juga menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan,” tegas Sanusi.

Politisi dari PDI Perjuangan ini memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang akan terus memperkuat kelembagaan kelompok perhutanan sosial. Ini akan dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar, serta penguatan kemitraan lintas sektor.

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menuturkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengembangan industri hasil hutan bukan kayu, termasuk produk berbasis bambu, memiliki peran strategis. Hal ini penting untuk menciptakan ekonomi hijau yang inklusif dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kelompok perhutanan sosial menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah pusat dan daerah. Mereka menginginkan pendampingan, akses pembiayaan, serta pengembangan industri hilir produk berbasis bambu.

Sanusi optimis bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan akan menjadikan komoditas bambu sebagai penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan. Ini diharapkan dapat semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button