Politik

Harga Telur dan Daging Ayam Naik di Ngawi, Pasar Murah Pemkab DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Ngawi meluncurkan Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi di daerah tersebut. Inisiatif ini diambil setelah harga beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan setelah sebelumnya stabil.

Menurut data terkini, pada Rabu (15/7/2026), harga telur ayam mencapai Rp23.600 per kilogram, naik dari Rp22.000. Daging ayam potong juga mengalami kenaikan harga menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp32.000.

Untuk menanggulangi dampak kenaikan ini, Pemkab Ngawi mengadakan pasar murah di Alun-alun Merdeka Ngawi. Warga terlihat aktif berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah. Telur dijual seharga Rp21.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual seharga Rp30.000 per kilogram.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan upaya rutin untuk memastikan keterjangkauan bahan pokok dan mengendalikan inflasi. “Tujuannya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan terjangkau masyarakat. Dengan stabilitas harga, inflasi bisa ditekan,” kata Wabup Jatmiko.

Ia juga menjelaskan bahwa intervensi dilakukan di semua kecamatan, tidak hanya di daerah perkotaan. Penyaluran komoditas akan disesuaikan dengan potensi produksi di setiap wilayah untuk memastikan distribusi pangan yang merata.

Sebagai contoh, daerah dengan produksi beras yang minim akan menerima pasokan dari daerah yang surplus. Demikian pula dengan komoditas sayuran dan telur, akan didistribusikan sesuai dengan kondisi produksi masing-masing wilayah.

“Wilayah atas misalnya lebih minim produksi gabah, sehingga perlu intervensi. Sebaliknya, komoditas sayuran dari daerah penghasil bisa disalurkan ke wilayah lain agar harga tetap stabil,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara berkala di beberapa titik di seluruh Kabupaten Ngawi. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi mingguan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terhadap perkembangan harga.

“Pelaksanaannya periodik. Setiap minggu kami melakukan evaluasi inflasi bersama TPID. Jika ada komoditas yang mulai memicu inflasi, maka akan dilakukan intervensi melalui pasar murah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button