Politik

Saifudin Dorong Perda Wisata Libatkan UMKM Lokal di Jatim

Jakarta, Maret.id — Anggota DPRD Jawa Timur, Saifudin Zuhri, mengusulkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata yang mengharuskan setiap destinasi wisata di Kota Batu untuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Ia berpandangan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata seharusnya memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat, bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Saifudin mengemukakan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam mengakses kawasan destinasi wisata, sehingga sering kali mereka hanya bisa berjualan di pinggir jalan.

“Padahal jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu sangat tinggi. Seharusnya pelaku UMKM lokal mendapatkan ruang khusus untuk memasarkan produknya di lokasi wisata,” kata Saifudin.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu ini juga mencatat bahwa pelaku UMKM di wilayah Junrejo merasakan dampak serupa. Ada laporan bahwa sejumlah pelaku usaha mengalami penurunan penjualan signifikan atau bahkan terpaksa menghentikan usaha mereka karena kalah bersaing.

Saifudin menegaskan perlunya regulasi yang menjamin pengelola destinasi wisata untuk tidak hanya fokus pada pengembangan kawasan wisata, tetapi juga pada pemberdayaan UMKM lokal. “Tinggal didata berapa jumlah UMKM yang ada di Kota Batu sehingga jenis produknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing destinasi wisata,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya perda tersebut, semua pihak akan memiliki tanggung jawab yang jelas dalam upaya pemberdayaan UMKM. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Sebagai langkah awal, Saifudin berencana membawa usulan ini ke pembahasan internal Fraksi PDI Perjuangan, sebelum berkoordinasi dengan DPRD Kota Batu. “Masalah ini akan saya rapatkan dengan teman-teman fraksi di Kota Batu. Harapannya, data UMKM ini, khususnya di Junrejo, segera rampung sehingga kita bisa dorong menjadi kebijakan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana sektor tersebut mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button