Mas Dhito Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lewat Program Magang Jepang

Jakarta, Maret.id — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo. Kunjungan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Pada kesempatan itu, Hanindhito, yang akrab disapa Mas Dhito, menekankan pentingnya pelatihan dalam menghadapi tantangan pasar kerja, baik nasional maupun internasional. “Maka kita persiapkan anak-anak di Kabupaten Kediri untuk mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang,” kata Mas Dhito.
Pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada Bahasa Jepang, tetapi juga pada beragam keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Program yang ditawarkan antara lain digital marketing, make up artist, pengelasan, administrasi perkantoran, dan lainnya.
Sesi pelatihan berlangsung antara 120 hingga 240 jam dengan rata-rata 20 peserta per kelas. Peserta yang lulus akan menerima sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Mas Dhito menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan. “Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, juga memberikan penjelasan mengenai proses pelatihan. Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan Bahasa Jepang akan mengikuti seleksi program magang di Jepang pada 24 Agustus mendatang.
“Program pelatihan berbasis kompetensi merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja,” imbuh Ibnu.
Khusu peserta pelatihan MUA dan barista, mereka akan menjalani program magang di perusahaan mitra demi memperoleh pengalaman kerja. “Harapannya mereka dapat menunjukkan skill dan soft skill yang dimiliki sehingga dapat diterima di perusahaan mitra,” ujar Ibnu.
Dengan pelatihan berbasis kompetensi, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja dan menekan angka pengangguran di daerah.





