Politik

255 Keris Dipamerkan dalam Peringatan Hari Jadi Ngawi ke

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 255 bilah keris dari berbagai penjuru Kabupaten Ngawi dipamerkan dalam Pagelaran Tosan Aji sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke-668. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya yang selama ini tersimpan dalam masyarakat.

Koleksi keris yang dipamerkan berasal dari masyarakat umum, kepala desa, organisasi perangkat daerah, serta Bupati dan Wakil Bupati Ngawi. Antusiasme tinggi dari peserta membuat panitia harus melakukan seleksi akibat keterbatasan lokasi.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menekankan bahwa pagelaran Tosan Aji merupakan implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, yaitu “Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya.” “Melalui pagelaran Tosan Aji ini kami ingin menggali mutiara-mutiara terpendam, sejarah yang selama ini tersimpan di Kabupaten Ngawi,” tegasnya.

Menurut Dwi, kegiatan ini bukan hanya sebatas pameran pusaka, tetapi juga bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. “Kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga mengenalkannya kepada masyarakat,” imbuhnya.

Pagelaran ini juga menyajikan layanan konsultasi dan edukasi mengenai tosan aji. Kegiatan ini secara khusus menyasar generasi muda agar memahami nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang terkandung dalam setiap bilah keris. “Yang kami inginkan adalah generasi muda memiliki cara pandang yang benar terhadap tosan aji, bahwa ini merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga,” jelas Dwi.

Mas Antok, salah satu panitia, menyatakan bahwa semua meja pamer terisi penuh dan beberapa koleksi tidak dapat ditampilkan karena keterbatasan ruang. “Antusiasme masyarakat dari berbagai pelosok Kabupaten Ngawi sangat luar biasa. Ada beberapa koleksi yang terpaksa tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan tempat,” ungkapnya.

Menghadapi tingginya minat masyarakat, Pemerintah Kabupaten Ngawi mempertimbangkan untuk menjadikan Pagelaran Tosan Aji sebagai agenda tahunan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Kabupaten Ngawi sebagai daerah yang kaya akan warisan sejarah dan budaya.

“Sangat mungkin kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Sekaligus untuk meneguhkan Kabupaten Ngawi sebagai salah satu kota budaya di Indonesia yang memiliki kekayaan peninggalan sejarah,” pungkas Mas Antok.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button