Politik

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Bebas Pungli DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kawasan Car Free Day (CFD) harus bebas dari praktik pungutan liar. Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur dan Polres untuk menindaklanjuti dugaan pungli yang mencuat di area tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Eri saat meninjau pelaksanaan CFD di Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, pada Minggu (19/7/2026). Selain memastikan pengaturan parkir yang tertib, dia menegaskan pentingnya penataan pedagang agar tidak merugikan masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami memastikan parkir di daerah CFD berjalan tertib. Kami juga memastikan para pedagang teratur dengan tempat yang disediakan untuk PKL dan UMKM,” ujar Eri.

Terkait dugaan pungli, Eri mengungkapkan bahwa dirinya bersama aparat kepolisian telah mencoba mengkonfirmasi keberadaan seorang perempuan yang dikenal sebagai “Umi-Umi”. Namun, saat itu perempuan tersebut tidak berada di lokasi.

Meski tidak menemukan yang dicari, Eri memastikan bahwa pemeriksaan akan terus berlanjut. Pemkot Surabaya akan terus berkomunikasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Timur dan Polres untuk menindaklanjuti informasi yang ada.

“Kemarin saya sudah ke rumahnya dengan polisi. Namun, orang ini sudah tidak ada di tempat itu. Kami tidak akan berhenti dan bekerja sama dengan Siber di Polda maupun Polres,” tegas Eri, yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan.

Dia menegaskan komitmennya untuk menindak segala bentuk pungutan liar yang mencederai fungsi ruang publik. “Saya tidak mau lagi ada pungutan-pungutan liar di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Eri juga mengajak pihak-pihak yang diduga terlibat untuk bersikap kooperatif dan bertanggung jawab apabila terbukti melakukan pungutan di luar aturan. “Saya berharap, Umi-Umi, di mana saja Anda berada, ayo ketemu saya di CFD sambil jalan-jalan. Jika sudah menarik iuran, ya harus bisa dipertanggungjawabkan,” kata Eri.

Dia menekankan bahwa penataan kawasan CFD akan dilakukan secara berkelanjutan. Dari penempatan PKL dan UMKM, pengelolaan parkir, hingga pengawasan praktik pungli, semua diarahkan agar CFD menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Surabaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button