Eri Irawan Minta Dishub Maksimalkan 69 Halte untuk PAD Surabaya

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan 69 halte yang belum digunakan sebagai media iklan.
Menurut Eri, kerja sama dengan pihak swasta melalui pemasangan iklan dan skema hak penamaan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. “Artinya, terdapat potensi 69 halte dimanfaatkan, nah ini harus segera dioptimalkan oleh pemerintah kota untuk meningkatkan PAD, karena dari 8 halte saja untuk kontrak beberapa tahun itu kita sudah mendapatkan lebih dari setengah miliar,” tegas Eri.
Saat ini, Kota Surabaya memiliki 77 halte yang tersebar di berbagai titik. Namun, baru delapan halte yang dimanfaatkan sebagai media promosi melalui pemasangan iklan. Dari delapan halte tersebut, Pemerintah Kota Surabaya memperoleh PAD sebesar Rp583 juta, menunjukkan bahwa peluang peningkatan pendapatan masih sangat terbuka.
Sebagai politisi muda PDI Perjuangan, Eri menyatakan bahwa banyak halte berada di kawasan strategis dengan nilai komersial tinggi. “Bahkan untuk pemberian hak nama misalnya halte Basuki Rahmat, itu kan tentu kalau di appraisal ada beda lagi nilainya jadi bukan hanya nempel iklan di situ logonya, tapi juga dalam bentuk naming right-nya,” tambahnya.
Contohnya, halte di kawasan Embong Kaliasin yang terletak di depan Hotel Bumi Surabaya memiliki tingkat visibilitas yang tinggi. Lokasi ini disebut dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar jika dikelola secara optimal.
Eri juga menekankan bahwa pemanfaatan halte tidak hanya sebatas pemasangan papan iklan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui skema hak penamaan halte yang telah diterapkan di berbagai kota besar. Skema ini diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah dan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.
Optimalisasi aset halte, menurutnya, juga merupakan langkah untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah. Dengan pengelolaan yang tepat, aset tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai sarana transportasi masyarakat.
Eri berharap Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Surabaya segera menyusun langkah konkret agar seluruh halte yang belum dimanfaatkan dapat ditawarkan kepada investor atau perusahaan yang berminat berkolaborasi. “Ya jadi 69 halte yang belum diutilisasi ini kalau semuanya didorong tahun ini otomatis akan meningkatkan pendapatan yang signifikan,” ungkapnya.
Ia optimis bahwa optimalisasi 69 halte tersebut dapat menjadi sumber PAD baru bagi Kota Surabaya. Pendapatan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.





