Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDIP Ngawi Serukan Aksi Pengurus Baru ke Masyarakat

Jakarta, Maret.id — Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Kabupaten Ngawi terus berlangsung. Partai menargetkan seluruh rangkaian Musran di tingkat desa dan kelurahan rampung pada awal Agustus 2026.
Musran di Kecamatan Widodaren dilaksanakan secara serentak untuk kepengurusan di 12 desa pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nasional Desa Walikukun dan diakhiri dengan pengukuhan 84 orang pengurus ranting masa bakti 2026–2031.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Widodaren, Sriyono, menyatakan bahwa Musran merupakan bagian dari regenerasi kepengurusan partai. Ia menekankan pentingnya kombinasi antara kader berpengalaman dan wajah-wajah baru, termasuk dari kalangan milenial serta perempuan.
“Musyawarah ranting ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Ada wajah-wajah baru, terutama dari kalangan milenial, serta keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai masa bakti 2026–2031,” ujar Sriyono.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Agung Rezkina Pramesti, memberikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas kontribusi mereka. Ia mengajak kepengurusan baru untuk menjaga semangat gotong royong dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Menurut Agung Rezkina, pengurus ranting adalah ujung tombak partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya koordinasi terus menerus, bukan hanya saat pemilu.
“Kepada pengurus ranting yang baru, mari bersama kita bergotong royong untuk membesarkan partai,” pesannya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa Musran bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Musran yang dilakukan secara serentak dan menargetkan penyelesaian dalam waktu yang ditentukan. Dwi menilai bahwa konsolidasi organisasi adalah modal penting agar partai tetap memiliki struktur yang solid.
“Musyawarah ranting merupakan bagian dari ikhtiar partai untuk terus meneguhkan diri sebagai organisasi yang memiliki struktur kuat dan solid,” kata Dwi.
Dwi menekankan, PDI Perjuangan harus terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi dinamis saat ini. Seluruh pengurus ranting diharapkan aktif turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan melaporkan persoalan yang dihadapi warga.
Langkah tersebut dianggap penting agar masyarakat merasakan kehadiran partai dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Dwi juga menyoroti pentingnya regenerasi melalui keterlibatan kader muda dan perempuan untuk memperkuat organisasi menghadapi Pemilu 2029.
“Kita berharap pengurus yang baru terus turun dan mendekat kepada masyarakat. Ranting adalah ujung tombak partai yang harus mampu memastikan organisasi hadir dan memberikan manfaat bagi rakyat,” tegas Dwi.
Ia menambahkan bahwa Musran merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting agar seluruh struktur partai dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal.





