Politik

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Terus Usulkan Progres Gedung Baru

Jakarta, Maret.id — Di Kelurahan Ringinanom, Kota Kediri, terdapat sebuah gedung yang menjadi perhatian warga setempat. Meskipun dinding dan atapnya sudah berdiri kokoh, gedung tersebut tak pernah difungsikan.

Bertahun-tahun berlalu, bangunan serbaguna ini hanya menjadi saksi bisu waktu yang berjalan lambat. Tidak ada kegiatan olahraga, rapat warga, maupun aktivitas komunitas lainnya di tempat itu.

Bagi sebagian orang, gedung ini hanya tampak seperti pembangunan yang terhenti. Namun, bagi warga Ringinanom, gedung tersebut adalah simbol harapan yang tertunda.

Harapan itu terulang kembali saat Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mengadakan sarasehan dengan warga di kediaman Ketua RT Wahyu Andrianto pada Minggu (26/7/2026). Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan dua permintaan utama.

“Menyelesaikan gedung yang lama terbengkalai,” kata Wahyu. “Dan membantu usaha kecil warga agar bisa tumbuh lebih besar,” imbuhnya.

Wahyu menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini sempat terhenti karena masalah hukum, namun kini proses tersebut telah rampung. “Harapan kami, gedung ini segera diselesaikan. Warga sudah lama menunggu karena fasilitas ini dibutuhkan untuk banyak kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, warga Ringinanom bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak yang menggantungkan hidup melalui usaha kecil, seperti membuat bakso, memproduksi roti, atau menjajakan makanan rumahan.

Mereka tidak meminta bantuan modal besar, tetapi lebih membutuhkan pendampingan untuk mengembangkan usaha. “Bagaimana produknya dikemas lebih menarik, bagaimana memasarkan lewat media digital, dan bagaimana mengurus izin usaha,” jelas salah seorang warga.

Usai mendengar aspirasi tersebut, Yuzar Rasyid memilih untuk tidak langsung memberikan janji yang berlebihan. Ia mengajak warga melihat kondisi gedung yang telah lama terbengkalai.

Yuzar berencana untuk berkoordinasi dengan dinas terkait agar masalah administratif dan hukum benar-benar tuntas, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan. Ia juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha, NPWP, hingga pendaftaran merek dagang.

“Harapannya sederhana. Produk-produk buatan warga Ringinanom tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” kata Yuzar.

Di penghujung sarasehan, suasana kembali normal tanpa tepuk tangan meriah atau panggung megah. Diskusi seputar gedung yang ingin segera dipakai dan usaha kecil yang ingin terus berkembang menyimpulkan pertemuan tersebut.

Bagi warga Ringinanom, pembangunan tidak selalu berarti mendirikan sesuatu yang baru. Kadang, pembangunan adalah tentang menyelesaikan yang tertunda dan memastikan harapan warga tidak hanya berbicara di antara tembok-tembok yang menunggu untuk kembali hidup.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button