PDI Perjuangan Jatim Gelar Khataman Quran di Kantor Sementara

Jakarta, Maret.id — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur telah resmi pindah ke kantor baru. Perpindahan tersebut ditandai dengan kegiatan khataman Al-Quran yang berlangsung khidmat bersama santriwati setempat pada Minggu (26/7/2026).
Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim sebelumnya terletak di Jalan Kendangsari dan kini berpindah ke Jalan Jemur Andayani untuk proses renovasi.
Khataman ini diharapkan membawa keberkahan bagi partai dan menambah suasana sejuk di lokasi baru. “Pembacaan ayat suci Al-Qur’an sangat penting sebagai landasan spiritual di tempat baru,” ujar KH Abdul Wahab Yahya, Wakabid Keagamaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar batin agar kantor baru dapat menjadi pusat pengabdian untuk masyarakat. “Biar ke depan kantor PDI Perjuangan di sini dipenuhi dengan keberkahan,” sambungnya.
Menurutnya, tradisi melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an saat menempati kantor baru sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini bertujuan agar kantor baru senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Gus Wahab menekankan bahwa langkah ini menegaskan identitas PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis dan religius. “Hadirnya ‘kaum sarungan’ di internal partai menunjukkan bahwa nilai-nilai religius berjalan seiring dengan semangat marhaenisme,” tegasnya.
Ia mengungkapkan harapannya agar khataman ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan religius di kalangan kader. “Kita lantunkan Al-Qur’an di sini supaya nasionalis ini semakin naik,” ungkapnya.
Pemilihan hari Minggu untuk melaksanakan khataman dinilai sangat tepat. Selain khataman, acara tersebut dijadikan momentum untuk merenung dan berdoa mengenang peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996.
Peringatan ini menjadi manifestasi dari prinsip “Jasmerah” atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. “Kader partai memberikan penghormatan bagi para pejuang partai yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.
Gus Wahab berharap semangat perjuangan para pahlawan partai 30 tahun lalu dapat memotivasi seluruh kader untuk terus berjuang di masa depan. “Jangan melupakan sejarah 30 tahun yang lalu. Kita doakan semoga perjuangan-perjuangan itu bisa kita teruskan,” pungkasnya.





