Deni Wicaksono Dukung Kader PDIP Pegang Prinsip Jas Merah

Jakarta, Maret.id — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengajak seluruh kader untuk memegang teguh prinsip “Jas Merah” dalam menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik.
Ajakan ini disampaikan seiring dengan peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli. Pesan tersebut diumumkan dalam acara tasyakuran relokasi kantor sementara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang kini berlokasi di Jalan Jemur Andayani.
Kegiatan ini dihadiri oleh santunan anak yatim, tumpengan, dan refleksi memperingati tiga dekade peristiwa Kudatuli. Deni menekankan pentingnya mengenang Kudatuli sebagai bagian dari rangkaian relokasi, agar perpindahan kantor menjadi momentum merefleksikan sejarah perjuangan partai.
Kantor lama di Jalan Kendangsari Industri direncanakan akan dibangun kembali menjadi gedung yang lebih representatif untuk keberlanjutan aktivitas kepartaian. “Namun pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental kader,” tegas Deni.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini menilai semangat perjuangan yang lahir dari peristiwa Kudatuli harus terus dijaga. Ia mengingatkan kader tentang perlakuan yang dialami partai pada tanggal 27 Juli 1996.
“Jadi, kita harus mewaspadai, mengantisipasi, dan menyatukan niat serta tekad. Apa pun godaan dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar, kita harus tetap mengutamakan kepentingan partai,” imbuh Deni.
Ia berharap prinsip Jas Merah tidak hanya sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman untuk menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan partai.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah politisi senior, termasuk Saleh Mukadar dan Wardoyo, serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD.
Peringatan 30 tahun Kudatuli juga dilaksanakan serentak di kantor-kantor DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur.





