Politik

Nila Yani Dukung UMKM Kuliner Gresik Kuasai Storytelling untuk Gen Z

Jakarta, Maret.id — Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti dari Fraksi PDI Perjuangan mendorong pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Gresik untuk memanfaatkan fotografi dan storytelling di media sosial sebagai strategi pemasaran. Hal ini bertujuan untuk menjangkau pasar generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).

Pernyataan tersebut disampaikan Nila saat membuka workshop “Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography” di Gresik. Kegiatan ini menghadirkan Mamuk Ismuntoro, fotografer dokumenter dan pendiri Matanesia, sebagai narasumber.

Nila menjelaskan bahwa Gresik kaya akan kuliner khas dengan cita rasa autentik. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu menarik perhatian konsumen muda karena penyajian visual produk di media digital masih kurang optimal. “Selama ini banyak kuliner yang rasanya luar biasa, tetapi belum mampu menyapa Gen Z,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa foto makanan bukan sekadar gambar. “Foto harus mampu bercerita dan membangun ketertarikan calon pembeli,” imbuh Nila.

Menurutnya, persaingan bisnis kuliner saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasa. Cara mempresentasikan produk melalui konten visual yang menarik juga menjadi kunci dalam pengambilan keputusan konsumen. “Sering kali pelaku usaha kalah bersaing bukan karena rasanya, tetapi karena visual produknya kurang menarik,” tegas Nila.

Ia berharap workshop ini dapat memperkaya pengetahuan pelaku UMKM kuliner dalam promosi digital. “Kami ingin workshop ini benar-benar menjadi bekal bagi para pelaku bisnis kuliner,” sambungnya.

Mamuk Ismuntoro membagikan materi mengenai teknik fotografi makanan dan cara membangun storytelling yang efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kuliner Gresik di pasaran.

Saifudin Ghozali, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Gresik, menilai kegiatan ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas promosi kuliner khas daerah. “Gresik memiliki sejumlah Warisan Budaya Takbenda yang berpotensi dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Ghozali berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan ilmu fotografi storytelling untuk memperkenalkan kuliner khas Gresik dengan lebih efektif. Iman Santoso, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, juga menyampaikan apresiasi. “Kemampuan pelaku UMKM dalam menguasai fotografi dan storytelling adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button