Diana Sasa Serap Aspirasi Warga Ngawi Terkait Jalan Rusak dan Kekeringan

Jakarta, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, mengadakan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Ngawi. Kunjungan ini mencakup Kecamatan Ngawi dan Kecamatan Karanganyar, di mana sejumlah persoalan disampaikan warga, termasuk kebutuhan ambulans, jalan rusak, dan ancaman kekeringan.
Salah satu agenda reses berlangsung di Balai Dusun Ngantru, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi. Puluhan warga hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Diana. Dalam acara tersebut, Diana memberikan lebih banyak kesempatan kepada masyarakat untuk mengungkapkan persoalan yang mereka hadapi, ketimbang menyampaikan paparan panjang.
Seorang warga, Suwarni, mengharapkan bantuan pemerintah untuk penyediaan ambulans bagi masyarakat. “Kami berharap ada mobil ambulans yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kerusakan jalan penghubung antara Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Bojonegoro. “Ada cerita yang membuat saya prihatin. Suatu ketika ada warga dari luar daerah yang melintas jalan tersebut dan tiba-tiba bertanya, ‘Wis sampek Ngawi to?’. Mohon kiranya bisa diperjuangkan perbaikan jalan ini,” sambung seorang warga yang menyampaikan keluhan.
Gading Wirabuana, warga lainnya, menyoroti ancaman kekeringan yang dihadapi pada musim kemarau tahun ini. Ia berharap pemerintah menambah armada mobil tangki air untuk mempercepat distribusi air bersih ke wilayah rawan kekeringan. “Di beberapa wilayah masih rawan kekeringan, sehingga perlu ada intervensi untuk mengantisipasi dampaknya,” kata Gading.
Menanggapi aspirasi tersebut, Diana menyatakan bahwa ancaman musim kemarau panjang harus diantisipasi lebih dini. “Dampaknya tidak hanya terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. Diana juga mengakui tantangan keterbatasan armada mobil tangki air di sejumlah daerah.
“Kalau daerah hanya memiliki satu atau dua unit mobil tangki air tentu akan sangat kesulitan, apalagi wilayahnya luas. Di dalam usulan provinsi belum ada. Kami akan coba usulkan,” imbuhnya. Diana juga menekankan pentingnya upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu, yang membentang di wilayah Ngawi dan Magetan.
Ia mengingatkan perlunya edukasi terhadap masyarakat untuk tidak membakar semak atau lahan secara sembarangan selama musim kemarau. Dalam reses di Kecamatan Karanganyar, Diana menerima berbagai aspirasi mengenai kerusakan jalan penghubung antar-dusun dan menuju pusat desa.
Diana memastikan akan menelusuri status jalan tersebut sebelum mengambil langkah tindak lanjut. “Kalau memang belum dianggarkan oleh pemerintah kabupaten dan statusnya merupakan jalan provinsi, tentu bisa diusulkan untuk mendapatkan penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tandasnya.





