Kehadiran Gibran Turunkan Kepuasan Publik terhadap Prabowo

Jakarta, Maret.id — Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dianggap berkaitan erat dengan keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan bahwa merosotnya tingkat kepuasan terhadap Prabowo perlu dianalisis secara komprehensif, termasuk dampaknya terhadap opini publik mengenai wakil presiden.
“Kalau melihat surveinya turun jauh dari 81 ke 51 persen. Tapi kalau kita balik, negative impression terhadap Prabowo itu berakibat apa pada wakil presidennya?” ujar Rocky.
Ia menambahkan, “Kalau Prabowo tinggal 50 persen, itu artinya Gibran tinggal 2 persen. Kan dia satu paket. Jadi kita mesti lihat Prabowo itu drop elektabilitasnya karena ada Gibran di situ.” Pernyataan tersebut disampaikan Rocky menanggapi hasil survei SMRC yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen dari sebelumnya 81,2 persen pada November 2025.
Rocky juga mengingatkan bahwa keberadaan Gibran masih menyisakan isu politik dan konstitusional yang dapat mencuat kembali dalam perhatian publik.
“Gibran secara konstitusi masih bisa dipersoalkan asal-usul dari kehadiran dia sebagai wapres. Kalau dimulai di DPR dan diproses, itu pasti akan naik lagi dampaknya kepada presiden,” imbuhnya.
Masalah keberadaan Gibran juga memicu pertanyaan mengenai perannya dalam pemerintahan. Rocky menilai ada persepsi bahwa Presiden Prabowo bertindak sendiri tanpa dukungan signifikan dari wakil presiden.
“Karena orang merasa presiden sendirian. Wapresnya ngapain di situ? Itu yang masih diterangkan,” tegas Rocky.





