Politik

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Antisipasi El Nino

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia dihadapkan pada desakan untuk segera mengambil langkah mitigasi darurat menyusul fenomena El Nino yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2026. Fenomena ini diprediksi akan memicu kekeringan ekstrem, meningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengancam ketahanan pangan nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mengungkapkan pentingnya koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk meminimalkan dampak El Nino sebelum puncak musim kemarau tiba. “Fenomena El Nino berpotensi menimbulkan kekeringan ekstrem yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian,” ujar Usman.

Ia juga menekankan bahwa dampak ini dapat menyebabkan penurunan produksi bahkan gagal panen. Oleh karena itu, kata Usman, “Pemerintah harus segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang terukur dan terintegrasi,” agar sektor pangan tidak terkena imbas yang lebih parah.

Usman menambahkan bahwa perhatian khusus harus diberikan kepada Indonesia bagian tengah dan timur, yang rentan terhadap kekeringan dan kebakaran. Ia juga mendorong pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menjaga ketersediaan sumber daya air di daerah berisiko.

“Percepat pembangunan sumur bor di kawasan sentra produksi pangan,” imbuh Usman. Ia menilai penyediaan sumber air menjadi langkah strategis untuk memastikan petani dapat mengolah lahan meskipun curah hujan menurun.

“Pembangunan sumur bor harus dipercepat sehingga petani memiliki akses terhadap air untuk menggarap lahan dan melakukan penanaman,” tegas Usman. Ia berharap langkah-langkah ini dapat menekan risiko gagal panen dan menjaga produksi pangan nasional tetap stabil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button