Airlangga Optimalkan Kawasan Industri Untuk Capai Pertumbuhan 8%

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengembangan kawasan industri sebagai salah satu strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) di Jakarta.
“Sektor industri memiliki peran strategis sebagai salah satu motor penting penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Airlangga dalam keterangannya.
Dia menegaskan bahwa HKI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional sejak tahun 1988. “HKI sejak tahun 1988 telah tumbuh menjadi mitra strategis pembangunan nasional,” ujar Airlangga.
Saat ini, terdapat 129 kawasan industri di 24 provinsi dengan total luas mencapai sekitar 170 ribu hektare. Kawasan tersebut menjadi lokasi bagi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur, dan menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja.
Pemerintah juga terus mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegas Airlangga.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan kawasan industri untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, pemerintah memantau tantangan yang dihadapi pelaku industri dan mempercepat penyelesaian hambatan investasi.
“Jadi, Pemerintah berharap dengan adanya kawasan industri, ini akan menjadi kawasan yang lebih tertata dan ekosistem akan lebih terjaga,” pungkasnya.





