Politik

Gagasan Anti

Jakarta, Maret.id — Laksamana Pertama TNI Salim, Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, menekankan pentingnya pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dalam pembangunan ekonomi nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pernyataan ini disampaikan dalam Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila dan peluncuran buku berjudul “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” di Auditorium Kantor RRI, Jakarta Pusat.

Laksma TNI Salim mengapresiasi terbitnya buku tersebut. “Karya ini memberikan kontribusi penting bagi khazanah pemikiran ekonomi Indonesia dan menghidupkan kembali semangat kemandirian bangsa,” ujar Salim.

Ia menggarisbawahi bahwa penjajahan modern tidak hanya berupa kolonialisme fisik, tetapi juga dominasi ekonomi serta ketergantungan terhadap teknologi. “Kita perlu memahami bahwa ini dapat mengurangi kedaulatan ekonomi nasional,” tegasnya.

Salim juga menekankan pentingnya mengoperasionalisasikan gagasan anti-penjajahan dalam kebijakan strategis. Ini termasuk penguatan industri nasional dan pengembangan teknologi serta sumber daya manusia.

“Hubungan antara ekonomi nasional dan global harus dijelaskan agar nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan tanpa mengurangi daya saing Indonesia,” sambungnya.

Laksamana Pertama ini menjelaskan bahwa semangat anti penjajahan tidak berarti menutup diri dari dunia internasional. “Ini adalah upaya memperkuat kapasitas nasional dan menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan,” sambungnya.

Ia juga mendukung penyusunan Undang-Undang Perekonomian Nasional sebagai langkah untuk mengarahkan pembangunan ekonomi sesuai amanat konstitusi.

Salim menyoroti bahwa regulasi ekonomi yang tersebar di berbagai sektor sering kali kehilangan arah. “Pancasila harus menjadi dasar filosofis dalam penyelenggaraan ekonomi nasional. Setiap sila perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang berpihak kepada semua rakyat Indonesia,” ujar Salim.

Melalui peluncuran buku ini, serta simposium dan deklarasi yang diadakan, para peserta diharapkan dapat merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih berorientasi pada kepentingan nasional. Ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan bangsa dan menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button