RI Kerja Sama dengan Korsel Bangun Pusat Pengendalian Karhutla

Jakarta, Maret.id — Upaya untuk memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh Indonesia. Bersama Korea Selatan, Indonesia telah membangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Sumatera Selatan sebagai pusat untuk meningkatkan kapasitas penanganan karhutla.
Kerja sama ini merupakan lanjutan dari pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik pada kunjungan kerja ke Korea Selatan pada bulan April lalu.
Pertemuan tersebut adalah bagian dari lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan yang membahas penguatan kolaborasi, termasuk percepatan pembangunan pusat pengendalian karhutla. “Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center yang baru saja kita lihat ini,” kata Raja Antoni melalui keterangan resminya pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Kerja sama antara Indonesia dan Korea dalam pengendalian karhutla akan terus diperluas. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak mengenal batas administratif suatu daerah maupun negara. “Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri,” tambahnya.
Pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, meski tahun ini menghadapi ancaman El Nino yang dipicu oleh perubahan iklim. “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023,” ujar Menteri.
Co-Director Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Jeong Cheol-Ho menyatakan bahwa pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kedua negara selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, Indonesia dan Korea selama ini telah berbagi teknologi, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan, sehingga melahirkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center. “Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia,” kata Jeong.
Ia menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Korea di bidang pengendalian karhutla tidak akan berhenti dengan proyek ini.





