Politik

Laksamana Muhammad Ali Resmi Pimpin TNI Indonesia

Jakarta, Maret.id — Mutasi dan rotasi perwira tinggi TNI yang diperkirakan akan berlangsung pada Agustus-September 2026 menjadi salah satu keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting menyatakan bahwa posisi Panglima TNI merupakan jabatan paling menentukan yang berpotensi mengalami pergantian.

“Dari perspektif profesionalisme militer, senioritas, pengalaman, dan keseimbangan antarmatra, nama Laksamana Muhammad Ali merupakan figur yang paling layak dipertimbangkan sebagai Panglima TNI berikutnya,” tutur Ginting.

Muhammad Ali, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989, saat ini berusia 59 tahun empat bulan. Ia merupakan perwira tinggi bintang empat paling senior di lingkungan TNI.

Ali lebih dulu mendapatkan pangkat bintang empat dibandingkan dengan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (Akmil 1992), KSAU Marsekal M. Tonny Harjono (AAU 1993), serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Akmil 1991).

Menurut Ginting, meskipun senioritas bukan satu-satunya ukuran dalam promosi jabatan, dalam tradisi organisasi militer, hal itu tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga legitimasi, rasa keadilan, dan stabilitas internal.

Muhammad Ali telah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut sejak Desember 2022, menggantikan Laksamana Yudo Margono.

“Artinya, Ali telah memimpin Angkatan Laut selama hampir empat tahun, tepatnya sekitar tiga tahun delapan bulan,” lanjut Ginting.

Di mata Ginting, rentang waktu tersebut memberikan ruang yang cukup bagi seorang kepala staf angkatan untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan strategis sebelum memimpin seluruh TNI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button