Politik

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Jakarta, Maret.id — Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kemandirian masyarakat Papua. Sinergi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi diharapkan menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai simpul utama pelayanan masyarakat di tingkat desa. “Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” ujar Zulhas.

Melalui skema terintegrasi ini, koperasi akan mengawal penyaluran bantuan pangan, alsintan, pupuk bersubsidi, bantuan tunai, hingga LPG 3 kg. Pemerintah juga siap mengandalkan infrastruktur operasional untuk mengefektifkan rantai distribusi barang dan hasil produksi masyarakat.

Di sisi lain, penguatan kapasitas internal koperasi akan dilakukan melalui program inkubasi kolaborasi antara LPDB Koperasi dan Universitas Ottow Geissler Papua. Pengurus koperasi akan dibekali kemampuan dalam tata kelola, penyusunan rencana bisnis, serta kesiapan dalam mengakses pembiayaan agar menjadi lebih profesional dan akuntabel.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menjelaskan bahwa pengembangan koperasi akan dilakukan secara holistik agar tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. “Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” jelas Deva.

Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Moses Yomunga, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar potensi besar Bumi Cenderawasih dapat tergarap secara optimal. “Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan,” kata Moses.

Langkah masif penguatan KDKMP ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi lahirnya ekonomi desa yang mandiri, menciptakan lapangan usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button