Polri Didesak Usut Donatur Sebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Jakarta, Maret.id — Aparat kepolisian didesak untuk menangkap aktor intelektual yang terlibat dalam penyebaran konten hoaks terkait demonstrasi yang dijadwalkan pada bulan Agustus. Tindakan ini dianggap berisiko memicu kegaduhan publik.
Pernyataan ini datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), Aminullah Siagian. Ia menekankan pentingnya kepolisian untuk menelusuri sumber dana sebesar Rp220 juta dari salah satu lembaga yang terungkap dalam penyidikan di Polda Metro Jaya.
“Karena ada lembaga yang pesan konten dan adanya bukti uang Rp220 juta dari salah satu lembaga yang telah diungkap Polda Metro, maka lembaga dan aliran dananya harus diusut,” kata Aminullah. Ia menyatakan bahwa pihak yang menyediakan dana harus ditangkap, mengingat situasi ini menimbulkan keresahan di tengah ekonomi yang bergejolak akibat dinamika geopolitik global.
Aminullah mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam menangkap para pembuat konten di lapangan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya langkah penuntasan kasus hingga ke hulu, agar investigasi tidak terbatas pada pelaku teknis saja.
“Penangkapan para pembuat konten di lapangan adalah langkah yang sangat baik. Kini fokus berikutnya adalah membongkar siapa dalang utama, pemesan, dan pendananya secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta hukum,” tegasnya.
Sebagai langkah untuk mengusut tuntas transaksi tersebut, Aminullah mendorong penyidik untuk bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurutnya, penelusuran aliran dana menjadi kunci untuk memberikan efek jera bagi pihak yang memanfaatkan ruang digital untuk memicu kegaduhan.
“Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat dan produktif, bukan sarana menyebarkan fitnah, provokasi, maupun berita bohong,” tuturnya.
Di sisi lain, Aminullah mengimbau semua kader GP Al Washliyah untuk aktif berperan dalam mendidik masyarakat mengenai literasi digital. Ia mendorong masyarakat agar menyaring informasi sebelum membagikannya, serta melaporkan konten provokatif kepada pihak berwenang.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kinerja Kapolri dan jajaran Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini secara terbuka dan tuntas. “Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” demikian Aminullah.





