Kebakaran Bromo Meluas 520 Hektare, DPR Minta Pengawasan Ketat

Jakarta, Maret.id — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas. Data sementara yang telah diverifikasi menunjukkan sekitar 520 hektare kawasan terdampak kebakaran.
Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin, menyoroti masalah ini. Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan di kawasan hutan konservasi. “Ada kelemahan di pengawasan di hutan konservasi, kelemahan dari petugas pengawasan dan aturan yang tidak dijalankan atau diterapkan dengan benar,” ujar Usman.
Usman juga meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menambah armada water bombing. Ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas. Ia mendorong Kemenhut bersama instansi terkait untuk mencari langkah alternatif dalam mengendalikan kebakaran.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sebelumnya telah memerintahkan jajarannya untuk memaksimalkan operasi water bombing. Pemadaman melalui udara sangat penting untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Dalam kondisi cuaca mendukung, satu helikopter dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.
Dari total 520 hektare yang terdampak, sekitar 300 hektare terbakar pada malam sebelumnya. Luasnya area yang terbakar membuat upaya pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Seluruh akses menuju kawasan Bromo dari empat wilayah, yakni Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, telah ditutup total. Penutupan ini dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala BB-TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa keputusan menutup seluruh jalur masuk diambil sebagai langkah pencegahan. “Keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama,” imbuh Rudijanta.
Petugas masih melihat adanya potensi api meluas. Dengan demikian, akses akan dibuka kembali setelah kondisi dinilai aman. “Kita putuskan semua pintu ditutup karena memperhatikan keselamatan pengunjung dan membatasi akses sampai situasi memungkinkan untuk dibuka kembali,” tegas Rudijanta.





