Politik

Kalah 1

Jakarta, Maret.id — Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat memberikan tekanan besar kepada Banteng Jatim dalam kompetisi Soekarno Cup 2026. Meski demikian, Deni Wicaksono, Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, menegaskan bahwa peluang tuan rumah untuk lolos ke fase berikutnya masih terbuka.

“Syaratnya, Banteng Jatim harus mampu memaksimalkan dua pertandingan tersisa di fase grup,” tegas Deni.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Banteng Jatim sebenarnya memulai laga dengan baik. Mereka berhasil mencetak gol lebih dahulu di hadapan pendukung setia mereka.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Banteng Jabar sukses menyamakan kedudukan berkat gol dari M. Ramadan Maulana pada menit ke-18.

Pertandingan semakin keras setelah wasit mengeluarkan dua kartu merah. Masing-masing tim kehilangan satu pemain dan harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.

Deni mengakui bahwa tekanan sebagai tuan rumah turut memengaruhi performa pemain. “Pemain justru terlihat terbebani oleh ekspektasi untuk memberikan hasil positif di laga perdana,” ujar Deni.

Di sisi lain, kartu merah mengganggu koordinasi permainan Banteng Jatim. Akibatnya, mereka harus mengakui keunggulan Jawa Barat dengan skor 1-4.

Meski demikian, Deni meminta hasil ini tidak membuat tim kehilangan keyakinan. Secara matematis, peluang untuk melanjutkan langkah di turnamen masih terbuka, asalkan mereka bisa memaksimalkan dua laga selanjutnya.

Pelatih Banteng Jatim, Hendra Setiawan, juga menyampaikan pandangannya. Ia menilai masalah mental menjadi tantangan besar setelah tim kehilangan satu pemain. “Masalah mental yang belum siap untuk anak-anak. Setelah kartu merah, anak-anak langsung kacau,” tuturnya.

Hendra bertekad untuk tidak membiarkan kekalahan ini berlarut-larut. “Dua laga berikutnya harus menjadi momentum kebangkitan,” tegas Hendra.

Targetnya jelas: enam poin dari dua pertandingan berikutnya. “Untuk pertandingan berikutnya, enam poin sapu bersih,” imbuhnya.

Misi ini kini menjadi fokus utama Banteng Jatim. Kekalahan di partida pembuka memang membuat tugas mereka lebih berat, tetapi belum menutup kemungkinan untuk melanjutkan ke fase berikutnya.

Dua pertandingan tersisa akan menentukan apakah tuan rumah mampu bangkit dari tekanan laga perdana atau harus mengakhiri perjalanan lebih cepat. Bagi Banteng Jatim, tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button