Aktivis IMM Desak Hentikan Pesta Oligarki yang Menyebabkan Kekerasan di Papua!

Jakarta, Maret.id — Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat, Farhan Fuadi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pembukaan lahan di Papua yang seringkali mengatasnamakan kepentingan rakyat. Menurutnya, hal ini justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat lokal.
Farhan mengacu pada film dokumenter berjudul “Pesta Babi” yang baru saja ditonton oleh para aktivis. Dalam film tersebut, tampak jelas bahwa pemerintah seringkali berdalih untuk kepentingan rakyat, namun kenyataannya justru merugikan mereka. “Di akhir film itu ada adegan pesta babi, yang mencerminkan kondisi oligarki di Indonesia,” tegas Farhan saat memberikan pernyataan di Pelataran Asrama IMM Ciputat, Tangerang Selatan, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Kejahatan Lingkungan yang Mengkhawatirkan
Farhan menekankan bahwa film “Pesta Babi” menggambarkan kejahatan lingkungan yang terjadi akibat kolusi antara para pemangku kebijakan dan oligarki bisnis. Ia menyoroti bahwa secara nyata, kekerasan dan penindasan masih terus terjadi di Papua. “Kita harus sadar dan memahami bersama bahwa Papua bukanlah tanah kosong. Terima kasih,” pungkasnya.
Sementara itu, Aktivis Papua, Jerry Dabby, juga menyoroti dampak dari alih fungsi lahan terhadap masyarakat lokal. Ia berpendapat bahwa peralihan fungsi lahan jelas merusak ketahanan pangan lokal. Jerry menekankan bahwa penindasan yang berlangsung di Papua selama ini telah melukai hati rakyat Papua.
Ketahanan Pangan Terancam
“Melalui film ini, setidaknya kita bisa membuka mata, terutama bagi kita yang berada di Ciputat dan Jakarta, bahwa pemerintah kita sangat blind terhadap situasi ini,” tegas Jerry. Ia menegaskan bahwa proyek Strategis Nasional (PSN) tidak memprioritaskan kebutuhan rakyat Papua.
Jerry percaya bahwa perlu ada perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat umum tentang isu yang dihadapi Papua. Dia memperingatkan, “Proyek-proyek tersebut seharusnya memperhatikan kebutuhan lokal dan tidak malah merugikan masyarakat yang hidup di tanah tersebut.”
Pentingnya Kesadaran Sosial
Ketiga pernyataan dari aktivis ini menunjukkan pentingnya kesadaran sosial terhadap kondisi riil yang dihadapi oleh masyarakat Papua. Melalui diskusi dan pemutaran film dokumenter, diharapkan masyarakat akan lebih peka dan peduli terhadap hak-hak masyarakat Papua dan keberlanjutan lingkungan.
Penting bagi seluruh pihak untuk terlibat dalam menjaga aset alam dan budaya yang dimiliki Papua, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang, tetapi untuk kesejahteraan seluruh rakyatnya. Perdebatan mengenai pembukaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Papua harus diatasi dengan dialog yang konstruktif, demi terwujudnya keadilan sosial dan lingkungan.





