Politik

Tiga Manfaat Pembangunan Trans-Sumatra dan Trans

Jakarta, Maret.id — Ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jaringan kereta api lintas Sumatra dan Kalimantan kini memasuki tahap penjajakan bisnis.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengidentifikasi setidaknya tiga dampak strategis dari pembangunan koridor Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan.

Pertama, konsolidasi ekonomi nasional. Amir menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa. “Jika barang dari sentra produksi bisa bergerak cepat menuju pelabuhan, kawasan industri, dan pasar, maka nilai tambah tidak harus selalu terkonsentrasi di Jawa,” ungkap Amir.

Kedua, penguatan ketahanan ekonomi dan logistik nasional. Amir menjelaskan bahwa ketahanan logistik menjadi semakin penting dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu.

Gangguan rantai pasok global dan konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada Indonesia. “Indonesia membutuhkan jaringan distribusi domestik yang kuat,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan pertahanan militer. “Ketahanan pangan, energi, transportasi, dan logistik juga merupakan bagian dari national resilience,” sambung Amir.

Ketiga, penguatan posisi Indonesia di kawasan. Amir menyatakan bahwa konektivitas di Sumatra dan Kalimantan memiliki dimensi geopolitik yang luas.

Sumatra berhadapan langsung dengan jalur perdagangan strategis di Asia Tenggara, sementara Kalimantan dekat dengan Malaysia dan Brunei. “Indonesia jangan hanya menjadi pasar dari konektivitas regional. Indonesia harus menjadi salah satu pusat konektivitas kawasan,” tutur Amir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button