Kader Gigih Kalah Modal, Hanura Usulkan Sistem Pemilu Kombinasi

Jakarta, Maret.id — Partai Hanura mengusulkan perubahan sistem Pemilu Legislatif menjadi sistem kombinasi antara proporsional tertutup dan terbuka. Usulan ini disampaikan oleh Ketua Tim Satuan Tugas DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella.
Rio Capella menyatakan, sistem proporsional terbuka selama ini berpotensi mengesampingkan kader yang berkomitmen membesarkan partai. “Pemilu itu seharusnya setiap masanya meningkatkan kualitas dari isi Pemilu itu sendiri,” kata Rio dalam keterangan tertulisnya.
Dia berharap pada Pemilu 2029, kualitas anggota DPR dan DPRD juga akan meningkat. Rio mengkritik sistem proporsional terbuka yang cenderung membuat kompetisi pemilu seperti pasar bebas. “Orang yang bagus, nomor satu, aktivis di partai, mungkin kalah pada modal atau kapital,” tuturnya.
Rio menilai pentingnya peran partai dalam menentukan calon legislatif yang berkualitas tanpa sepenuhnya menutup ruang bagi caleg untuk meraih kursi berdasarkan suara. “Hanura mendukung sistem kombinasi atau setengah terbuka,” imbuhnya.
Dalam skema ini, partai memiliki kewenangan menempatkan kader unggul pada nomor urut tertentu. Sementara, perolehan suara tetap menjadi pertimbangan untuk mendapatkan kursi berikutnya. “Kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi, maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor satu,” jelas Rio.
Mekanisme ini, menurut Rio, akan memberikan penghargaan kepada partai dan tetap memungkinkan caleg berkompetisi mendapatkan suara. “Kalau cuma dapat satu kursi, maka diserahkan kepada orang yang diusulkan oleh partainya pada urut nomor satu,” tambahnya.
Rio berharap sistem ini dapat mendorong anggota partai untuk tetap berkomitmen dan tidak berpindah-pindah hanya karena faktor finansial. “Jangan kemudian dia bisa pindah-pindah antarpartai politik hanya dengan mengandalkan uang yang banyak,” tuturnya.
Dia menekankan bahwa sistem yang sehat diperlukan untuk menjaga demokrasi di Indonesia. “Saya pikir itu juga bikin demokrasi kita kurang sehat,” pungkasnya.





