Pemberdayaan Perempuan Melalui MBG Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Jakarta, Maret.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diakui sebagai fondasi penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi generasi muda di Indonesia. Program ini juga berperan sebagai pendorong untuk penegakan hak anak serta pemberdayaan ekonomi perempuan.
Menurut Lisda Hendrajoni, Anggota Komisi VIII DPR RI, keterlibatan perempuan dalam skema MBG sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dalam pelaksanaan proyek MBG, perempuan memegang peranan krusial, mulai dari tahap perencanaan menu, pengelolaan dapur komunitas, hingga penyediaan bahan baku,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi perempuan dalam proyek ini memberikan akses lapangan kerja baru serta peluang wirausaha bagi ibu rumah tangga dan kelompok perempuan lokal. “Dapur-dapur produksi MBG melibatkan kelompok usaha perempuan dan koperasi lokal dalam menyuplai komoditas pangan yang berdampak pada penguatan UMKM,” imbuhnya.
Lisda menyatakan bahwa pendapatan tambahan yang diperoleh perempuan berdampak langsung pada peningkatan daya beli keluarga, serta akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak. “Kami melihat proyek MBG bukan sebatas pembagian makanan, melainkan intervensi ganda,” tegasnya.
Legislator NasDem dari Dapil Sumbar I ini menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan anak dan jaminan sosial keluarga. Ia menyoroti bahwa keberhasilan program MBG memerlukan pengawasan yang berkelanjutan dari DPR RI. “Program ini menyentuh dua isu utama yang menjadi perhatian kami, yaitu kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak,” ujarnya.
Lisda memastikan bahwa pelaksanaan MBG harus tepat sasaran dan melibatkan kelompok perempuan lokal dalam rantai pasok. “Ketika ibu-ibu di daerah diberdayakan sebagai pengelola dan penyedia bahan pangan, kesejahteraan rumah tangga ikut terangkat,” tandasnya.
Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, program MBG diharapkan dapat menjamin perlindungan terhadap tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.





