Politik

Wamenag Himbau Masyarakat Tak Terprovokasi Kasus Al

Jakarta, Maret.id — Seluruh lapisan masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi menyikapi tantangan membaca Surah Ad-Dhuha dengan imbalan minuman keras yang terjadi dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi’i, meminta publik untuk sepenuhnya mempercayakan penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum.

“Kepada masyarakat, mari tetap tenang serta percayakan prosesnya kepada hukum,” ujar Syafi’i, dikutip dari MUI Digital.

Wamenag menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus berlangsung secara transparan, profesional, dan berkeadilan.

Sikap tenang masyarakat harus dimaknai sebagai penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

Syafi’i menekankan bahwa kasus ini tidak boleh diselesaikan hanya dengan permohonan maaf dari penyelenggara atau dibiarkan mereda tanpa konsekuensi hukum yang jelas.

Dia mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perancang konsep hingga pemberi izin.

“Harus ada pedoman hukum dan standar yang tegas mengenai penggunaan simbol, nama, ayat, kitab suci, maupun atribut keagamaan dalam kegiatan promosi dan komersial,” kata Wamenag.

Wamenag juga mengingatkan publik pada kasus serupa yang melibatkan promosi miras Holywings pada tahun 2022.

Kasus tersebut diproses secara hukum dan menjadi pelajaran berharga bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas ketika memasuki wilayah penghormatan terhadap agama.

“Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas ketika memasuki wilayah penghormatan terhadap agama dan keyakinan masyarakat,” pungkas Wamenag.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button