Politik

Kepuasan Terhadap Gubernur Bengkulu Mencapai 81,2 Persen

Jakarta, Maret.id — Lembaga riset nasional Prisma Research & Strategy melaporkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mencapai 81,2 persen.

Tingginya sentimen positif ini didorong oleh keberhasilan program pembangunan infrastruktur jalan, layanan ambulans gratis, dan perbaikan infrastruktur kesehatan.

Keberhasilan di sektor-sektor tersebut menempatkan Gubernur Bengkulu di jajaran 10 besar gubernur dengan kinerja terbaik di Indonesia, berdasarkan survei nasional dari Prisma Research & Strategy.

Secara kelembagaan, kinerja Pemprov Bengkulu juga memperoleh apresiasi solid, dengan tingkat kepuasan mencapai 72,8 persen.

Apresiasi juga diberikan pada jangkauan jaringan telekomunikasi yang dinilai memadai oleh 76,8 persen responden, keandalan pasokan listrik sebesar 73,3 persen, kualitas fasilitas kesehatan mencapai 71,8 persen, dan penyediaan fasilitas pendidikan di angka 71,3 persen.

Namun, meskipun mencatatkan prestasi signifikan, laporan Prisma Research & Strategy memaparkan tantangan yang perlu segera direspons oleh pemerintah daerah.

Direktur Riset Prisma Research & Strategy, Firtson, mengungkapkan bahwa ada tiga catatan utama yang harus dibenahi Pemprov Bengkulu.

Tantangan pertama terfokus pada sektor ekologi, di mana 31,6 persen publik merasa pemerintah belum memberikan perlindungan lingkungan hidup yang memadai.

Tantangan kedua berkaitan dengan isu ekonomi, khususnya penyediaan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, yang disoroti oleh 29,2 persen masyarakat.

Tantangan terakhir adalah penegakan integritas dan reformasi pelayanan birokrasi, dengan 25,8 persen masyarakat menganggap prosedur administrasi masih berbelit-belit dan lambat.

“Modal legitimasi yang besar dari sosok Gubernur perlu segera ditransformasikan menjadi perbaikan sistem tata kelola birokrasi hingga ke tingkat pelaksana teknis,” tegas Firtson.

Pengumpulan data opini publik dilakukan pada 22 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan cakupan seluruh wilayah kecamatan di Provinsi Bengkulu.

Survei menggunakan metode penarikan sampel secara acak bertingkat, melibatkan 810 responden dengan kriteria warga Provinsi Bengkulu berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Kualitas dan akurasi data dijaga ketat melalui wawancara tatap muka, menghasilkan tingkat toleransi kesalahan di bawah 4,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button