Politik

Dirjen Hubla Diminta Mundur Akibat Kegagalan Keselamatan Pelayaran

Jakarta, Maret.id — Isu keselamatan pelayaran di Indonesia kembali mencuat. Sepanjang tahun 2026, telah terjadi sembilan kasus kecelakaan kapal.

Salah satu insiden yang menghebohkan adalah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura pada 2 Agustus 2026, yang menewaskan lima orang. Hanya berselang kurang dari dua pekan, KMP Putri Yasmin juga mengalami kebakaran saat berlayar di rute Bali-Lombok pada 12 Agustus 2026.

Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin), mengkritik tajam kinerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. “Kejadian demi kejadian di laut terus berulang. Ini tidak bisa dibiarkan, jadi sudah sepatutnya Dirjen Hubla mengundurkan diri dari jabatannya,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun pengunduran diri tidak akan menyelesaikan masalah secara keseluruhan, ini bisa menjadi shock therapy bagi pengambil kebijakan untuk lebih bertanggung jawab. “Karena masalah ini menyangkut nyawa, jadi harus kita sudahi jatuhnya korban lagi di laut. Hemat saya sudah saatnya Dirjen Hubla mundur, karena gagal dalam menjalankan tugasnya,” tegas Siswanto.

Sebagai informasi, saat ini jabatan Dirjen Hubla dipegang oleh Muhammad Masyhud. Tugas utama Dirjen Hubla mencakup perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut, pengelolaan transportasi laut, serta pengaturan norma and standar keselamatan pelayaran.

Siswanto juga menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam sistem pengawasan, teknologi, hingga kapasitas sumber daya manusia di lapangan. “Jangan ada kata terlambat untuk membenahi itu semua sebelum jatuh korban lagi dari para pengguna laut,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button