Politik

PKS Kumpulkan Rp1 Miliar Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta, Maret.id — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumpulkan donasi senilai Rp1 miliar untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Donasi ini diperoleh dari para kader, pengurus, simpatisan, serta anggota legislatif PKS di DPR RI dan DPRD.

Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan amanat sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS, Jakarta Selatan, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Muzzammil menegaskan bahwa sejak terjadinya gempa, ia telah menginstruksikan jajaran PKS untuk segera membantu masyarakat terdampak di NTT. “Sejak awal terjadinya musibah, saya telah menginstruksikan kepada jajaran struktur PKS, Fraksi PKS di pusat dan di daerah, dan Satgas bencana khususnya untuk sigap turun membantu saudara-saudara kita di NTT,” ujar Muzzammil.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut akan dikelola Satgas Bencana DPTP PKS dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan. “PKS telah terjun di NTT dan kita terus akan berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam rangka menyelesaikan persoalan saudara kita di NTT,” katanya.

Dana tanggap bencana itu diserahkan secara simbolis oleh DPP PKS dan Fraksi PKS DPR RI setelah upacara. Muzzammil juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader dan simpatisan yang berpartisipasi dalam penggalangan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana.

“Inilah DNA, inilah karakter PKS yang siap terus melayani sepanjang waktu tidak hanya ketika menjelang pemilu. Allahu Akbar! Merdeka!” seru Muzzammil.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menjelaskan bahwa dana Rp1 miliar tersebut akan digunakan sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana di NTT. “Bentuknya uang, dan nanti tim yang akan di sana (mengelola), karena itu kita mengirim relawan,” ungkap Kholid.

Kholid menambahkan bahwa bantuan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dapur umum, makanan, dan tenda. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Apakah nanti bentuknya dapur umum, apakah nanti makanan, apakah tenda-tenda, ya yang jelas uangnya sudah ada dulu. Uangnya sudah ada dulu penggunaannya seperti apa, nanti diatur situasi lapangan,” demikian Kholid.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button