Pramono: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Konkret

Jakarta, Maret.id — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan HUT RI. Ia menegaskan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, terutama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang adil.
“Hari ini kita kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan untuk dikenang dan dirayakan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Pramono.
Bagi Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, makna merdeka adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jakarta berusaha keras untuk menjadi pusat perekonomian dan kota global.
Upaya tersebut didukung oleh ketahanan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan pembangunan. “Maka spirit untuk jaga Jakarta ini tetap kita lanjutkan dan mudah-mudahan Jakarta tetap dalam kondisi yang terkendali dengan baik,” sambungnya.
Pramono mengungkapkan bahwa perekonomian Jakarta pada triwulan kedua 2026 tumbuh sebesar 5,52 persen dan berkontribusi 16,32 persen terhadap perekonomian nasional. Ia juga menyoroti bahwa angka inflasi tetap terjaga di level 2,5 persen.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi dorongan untuk memastikan kemajuan pembangunan bisa dirasakan secara merata. Pemprov DKI berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia, dengan indeks pembangunan manusia mencapai 85,05 pada 2025.
Program-program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Maju (KJMU), dan pemutihan ijazah menjadi prioritas Pemprov DKI dalam sektor pendidikan. Peningkatan layanan kesehatan berkualitas juga tidak luput dari perhatian, di antaranya melalui pembangunan rumah sakit berstandar internasional.
Pemprov DKI terus berupaya menyelesaikan berbagai masalah perkotaan, termasuk kemacetan, banjir, serta kebutuhan hunian dan lapangan kerja. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur Jakarta terus dipercepat.
Saat ini, Pemprov DKI tengah menyelesaikan pembangunan transportasi terintegrasi LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, yang dijadwalkan diresmikan pada Agustus mendatang. Pengembangan MRT fase 2 rute Bundaran HI-Kota Tua dan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas juga sedang dilakukan.
Meskipun pembangunan infrastruktur berlangsung masif, Pemprov DKI tetap mengedepankan isu lingkungan. Pramono menambahkan pentingnya kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi tantangan seperti sampah dan keterbatasan air.
Keberhasilan pembangunan harus disertai dengan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jakarta berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. “Capaian ini adalah bentuk akuntabilitas sekaligus amanah untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Untuk pembangunan jangka panjang, Pemprov DKI menyiapkan berbagai inovasi pembiayaan, termasuk skema creative financing. “Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar, bekerja bersama,” tandas Pramono.





