Politik

Aksi BEM UI: Masyarakat Diimbau Cermat Hadapi Provokasi

Jakarta, Maret.id — Rencana aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menimbulkan kekhawatiran terkait potensi gangguan ketertiban umum dan suasana Bulan Kemerdekaan. Berbagai provokasi, disinformasi, serta risiko anarkisme dinilai dapat merusak iklim demokrasi yang tengah dibangun.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengingatkan masyarakat dan mahasiswa agar waspada terhadap narasi yang beredar di media sosial. Dudung menyoroti fenomena penggunaan video-video lama dengan narasi menyesatkan yang seolah menggambarkan aksi demonstrasi terbaru.

“Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital,” ujar Dudung.

Sebuah analisis dari Monash University Indonesia mengemukakan bahwa salah satu video yang beredar adalah dokumentasi aksi di Bundaran HI pada 12 Juni 2026, bukan merupakan peristiwa terbaru. Menurut Dudung, rekayasa informasi ini sengaja dilakukan untuk membentuk persepsi yang keliru.

“Bukan itu saja, dapat menyebabkan masyarakat resah dan takut, padahal kondisi politik dan keamanan baik-baik saja, alias terkendali,” tegas Dudung.

Pengamat intelijen, Wawan Purwanto, juga menekankan pentingnya mencermati dinamika gerakan massa terkini yang mengarah pada agenda politik terorganisir. Ia mencatat bahwa adanya peserta aksi yang terlibat karena imbalan materi menunjukkan adanya penunggang politik di balik demonstrasi tersebut.

“Pengakuan Presiden yang menemukan fakta bahwa sebagian peserta aksi mengikuti demonstrasi karena mendapat bayaran merupakan bukti adanya aksi massa yang bermuatan politis, dan merupakan bagian dari upaya subversi guna mendegradasi citra positif Pemerintah,” jelas Wawan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memiliki pemetaan terkait aktor dan pola gerakan yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut. “Sangat wajar jika beliau juga sudah memiliki strategi problem solving guna mengeliminasi ancaman terkait,” imbuh Wawan.

Di tengah peringatan HUT RI, Wawan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap memelihara persatuan dan salurkan aspirasi secara damai. “Ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk kompak merupakan sinyalemen bahwa Presiden Prabowo membuka pintu untuk sinergitas dan penyamaan persepsi dalam membangun bangsa,” pungkasnya.

BEM UI dijadwalkan akan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi ini dikonfirmasi oleh Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, yang menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button